Penulis : Anggoro Saronto, Billy Christian
Pemeran : Alisia Rininta, Stefan William, Pamela Bowie, Bucek, Wulan Guritno
Tanggal edar : Kamis, 06 Pebruari 2014
Warna : Warna
Lorem ipsum dolor sit amet, conscur adisng elit, sed do eiusmod tempor iniunt ut labore et dolore mana aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exetation ullco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo coequat. Duis aute irure dolor
Lorem ipsum dolor sit amet, conscur adisng elit, sed do eiusmod tempor iniunt ut labore et dolore mana aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exetation ullco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo coequat. Duis aute irure dolor
Lorem ipsum dolor sit amet, conscur adisng elit, sed do eiusmod tempor iniunt ut labore et dolore mana aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exetation ullco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo coequat. Duis aute irure dolor
Lorem ipsum dolor sit amet, conscur adisng elit, sed do eiusmod tempor iniunt ut labore et dolore mana aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exetation ullco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo coequat. Duis aute irure dolor
Gading menjadi buah pembicaraan dan
rebutan di kampusnya. Bintang yang berhasil mendapatkan hati Gading,
Jalinan cinta mereka tak berjalan sempurna. Dalam sebuah pesta Bintang
mabuk. Ketika siuman, ia mendapati dirinya telanjang bersama seorang
wanita yang diketahui kemudian terinfeksi virus HIV. Bintang menyesali
diri dan memutuskan hubungannya dengan Gading. Gading tidak mengerti
dengan keputusan Bintang.
Merry Riana (Chelsea Islan) yang baru
lulus SMA terpaksa mengungsi ke Singapura karena kerusuhan sosial.
Perjalanan menuju bandara juga tidak aman. Mereka dihadang kawanan
penjarah dan terpaksa melepas harta benda demi keselamatan. Di bandara,
orangtua Merry (Ferry Salim & Cyntia Lamusu) menjual apa yang
menempel di badan dan hanya mampu membeli satu tiket.
Imam (Adipati Dolken), mahasiswa abadi,
nyaris tidak melakukan kewajibannya sebagai muslim. Kekasihnya Widya
(Nina Zatulini), adik kelasnya, sudah selesai kuliah dan kerja. Widya
tidak sabar karena Imam belum juga lulus, sebaliknya Imam kecewa karena
Widya harus berpakaian kantor yang sexy.